UdinBlogss telah kembali dibuka. Demi membantu blog ini agar tetap hidup dimohon untuk mengeklik iklan. Terima kasih.

Rabu, 29 Desember 2010

7 Kriminalitas menonjol di Jakarta

Dalam laporan kerja satu tahun Polda Metro Jaya sepanjang 2010, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Sutarman memaparkan beragam kasus kriminalitas menonjol yang menyita perhatian publik. Kriminalitas jalanan, bukan perkara korupsi, ini mengemuka selama posisi Kapolda Metro Jaya dijabat dari Inspektur Jenderal Wahyono, Komisaris Jenderal Timur Pradopo, hingga Inspektur Jenderal Sutarman.
Berikut kasus menonjol yang menyita perhatian publik:

1. Penangkapan pelaku mutilasi Baekuni alias Babe
Pada 7 Januari 2010, Baekuni alias Babe membunuh dan memutilasi korban bernama Ardiansyah (10) di Gang Masjid RT 06 RW 02 Pulo Gadung, Jakarta Timur.
Babe, yang dikenal suka menampung anak jalanan, pada hari itu mengajak Ardiansyah yang merupakan seorang pengamen untuk bertandang di rumahnya. Kemudian, korban dimandikan dan diajak berhubungan badan.
Ardiansyah menolak, Babe lantas menjerat lehernya dengan tali rafia, menyetubuhi, dan memutilasi tubuh korban, lalu dibuang di Jalan Bekasi Km 26, Jembatan Besi, Ujung Menteng, Cakung.
Selang dua hari, aksi Babe diketahui oleh polisi. Saat dimintai keterangan, ternyata korban Babe tak hanya Ardiansyah.
Pada 2007 dan 2008, Babe memutilasi Adi (12) dan Arif (6), total korban Babe mencapai 14 orang. Babe sendiri telah dijatuhi hukuman mati oleh Pengadilan Tinggi Jakarta Timur.

2. Penculikan dan pembunuhan warga Pakistan, Muhammad Akasha Rao
Pada 26 April 2010 ditemukan sesosok mayat laki-laki di dalam mobil Baleno B 8567 JA di Perumahan Umum PURI Bintara Ciputat.
Korban kemudian diketahui merupakan warga negara Pakistan bernama Muhammad Akasha Rao. Akasha ditemukan dengan kaki terikat dan seluruh muka tertutup plakban.
Selang beberapa hari, polisi menangkap dua tersangka pelaku penculikan dan pembunuhan Akasha di dua tempat berbeda.
Tersangka Amrullah ditangkap di Bandung dan tersangka Ahmad ditangkap di Karawang. Kedua tersangka ini menculik dan meminta tebusan kepada keluarga korban sebesar 10 lac rupee.
Namun, Akasha tetap dibunuh meski keluarga telah mentransfer uang. Kasus ini ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

3. Pengungkapan kasus mutilasi oleh Muryani
Muryani, istri kedua korban mutilasi Karyadi, nekat membunuh dan memutilasi suaminya menjadi 13 potong karena mengetahui bahwa suaminya menikah lagi.
Saat Karyadi tidur, Muryani memukul kepala suaminya dengan tabung gas ukuran 3 kilogram. Karyadi kemudian diseret ke kamar mandi dan dipotong dengan pisau dapur menjadi 13 bagian, lalu dimasukkan ke dalam kantong plastik hitam.
Selanjutnya, potongan tubuh itu dibuang ke Kali Baru di depan Pasar Obor Jakarta Timur. Kasus Muryani ditangani oleh Polres Metro Jakarta Timur.

4. 15 orang keracunan jamu oplosan Sarimin
Sarimin (41), pemilik warung jamu, ditangkap karena jamu oplosan racikannya memakan korban pada 22 Agustus 2010 lalu. Para korban ini meninggal di tempat yang terpisah seperti di rumah masing-masing seusai meminum jamu oplosan yang dibeli di warung Sarimin.
Dari uji kandungan, jamu racikan ini diketahui mengandung bahan-bahan berbahaya bagi tubuh. Sarimin dijerat dengan Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 8 ayat 1, ayat 2, dan ayat 3 UU RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

5. Penangkapan perampok toko emas di Bukit Duri, Tebet
Tiga toko emas di Pasar Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, dirampok oleh kawanan bersenjata api dan menembakkan pelurunya ke atas pada 8 Agustus 2010.
Polisi berhasil menangkap 18 orang yang tergabung dalam kawanan ini di sejumlah tempat berbeda.
Para perampok ini merampok dengan menggunakan dua senjata organik jenis Revolver, tiga senjata rakitan FN, dan dua senjata api rakitan. Berkas kasus para tersangka ini telah diserahkan ke Kejaksaan Tinggi Jakarta Selatan.

6. Bentrok di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan
Saat sidang kasus Blowfish akan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 29 September 2010, terjadi bentrokan antara dua kelompok.
Dari bentrokan ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, satu orang kritis, dan delapan orang mengalami luka, ada juga tiga anggota Polri yang mengalami luka tembak.
Tujuh pelaku kekerasan berhasil ditangkap dan kasusnya masih dalam penyelidikan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

7. Penusukan Jemaat HKBP Ciketing
Jemaat HKBP Ciketing Asian Lumban Toruan ditusuk saat hendak menuju lahan kosong di Ciketing Asem, Bekasi, untuk melaksanakan kebaktian.
Selain Asian, pendeta Luspida Simanjuntak juga dipukul di bagian kepalanya. Penusuk dan pengeroyok adalah sekelompok orang yang mengendarai kendaraan roda dua berjumlah 13 orang.
 
Ke-13 orang ini telah ditangkap, termasuk salah seorang anggota Front Pembela Islam bernama Muharli Barda. Ke-13 tersangka sudah diserahkan kasusnya ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

0 komentar:

Poskan Komentar