UdinBlogss telah kembali dibuka. Demi membantu blog ini agar tetap hidup dimohon untuk mengeklik iklan. Terima kasih.

Sabtu, 29 Januari 2011

Band Asal Bandung Sindir Nurdin Halid

Jakarta - Kritik terus bergulir terhadap kiprah sepak bola Indonesia. Sorotan publik pun dibidik ke lembaga Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).

Umpatan kecewa kepada Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kian nyaring bunyinya. Protes disuarakan lewat spanduk, aksi unjuk rasa hingga musik.

Di Bandung, sebuah grup band bernama Sayyidin menyindir Nurdin Halid dengan lagu bertajuk 'Nurdin Ali'. Video musik itu sudah beredar di YouTube. Video itu mulai diupload pada 23 Januari 2011.

Tampak personel Sayyidin yang semuanya pria dan berjumlah tiga orang itu berdiri di sebuah tempat mirip studio. Dua orang menyanyi dan seorang lagi ikut bersenandung sembari memainkan gitar. Mereka semua kompak berkostum timnas sepak bola Indonesia.

Pembuka video klip ini ialah suasana ingar bingar pendukung Timnas Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno. Disusul lirik intro musik yang langsung 'menembak'.

Berulang kali masuk penjara tak juga jera
Politisasi korupsi semakin menjadi...


Video klip yang berdurasi 3 menit 57 detik ini terlihat sederhana. Dari awal hingga akhir video, kamera menyorot ketiganya seperti sedang merekam latihan. Ekspresi ketiga pria itu pun tampil apa adanya. Sepanjang musik mengalun, ketiganya asik menggoyangkan badan mengikuti hentakan irama.

Hentikan (Hentikan Nurdin) semuanya...
Kau tak seharusnya di sana...


Begitulah reff lirik musik besutan Sayyidin ini.

Tampilnya video berjudul 'Nurdin Ali' ini di Youtube langsung banjir komentar. Ada yang pro dan juga kontra. "Salut...gw hargain lo punya kreativitas," ujar Asep Berlian. Pujian juga diungkapkan rokihamasaki, "keren....semoga hati nurdin ter? enyuh dan mau turun....sadarlah nurdin..."

Yang kontra pun turut menyumbangkan komentar. Seperti diucapkan lawee07. "Gini lahh org Indonesia (Yg Kmpnguan) kyk ini band. Menang dipuji puji... kalah dihina hina. Paarraahh..., sok tau lu."

0 komentar:

Poskan Komentar