UdinBlogss telah kembali dibuka. Demi membantu blog ini agar tetap hidup dimohon untuk mengeklik iklan. Terima kasih.

Kamis, 03 Februari 2011

Akankah George Toisutta Terganjal Aturan PSSI?

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI George Toisutta merupakan salah satu nama yang disebut-sebut bakal menjadi salah satu calon yang bakal meramaikan pemilihan Ketua Umum PSSI periode 2011-2015. Apakah dia sudah memenuhi persyaratan?

Menurut Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes, mereka yang mau mencalonkan harus sudah aktif di sepak bola sekurang-kurangnya lima tahun. Ini, kata dia, tercantum pada pasal 35 ayat 4 Statuta PSSI. "Tidak harus berturut-turut, tetapi yang jelas harus pengurus aktif," katanya, Rabu (2/2).

Pengurus aktif yang dimaksudkan Nugraha adalah orang yang terlibat langsung dalam manajemen setiap anggota PSSI. "Bukan dalam kategori pembina, penasehat, atau pendiri," kata Mugraha. Selain itu, menurut Nugraha, yang termasuk dalam anggota PSSI adalah seluruh klub yang resmi masuk dalam keanggotaan. "Perkumpulan di bawah Pengcab (pengurus cabang) juga termasuk," ujarnya.

Jika melihat pada persyaratan di atas, Toisutta tampaknya hanya bisa memenuhi persyaratan pertama. Dia merupakan Pembina Persatuan Sepak bola Angkatan Darat (PSAD) yang sudah menjabat lebih dari lima tahun. Statusnya sebagai pembina di PSAD dapat menjadi sebuah alasan yang mungkin diperdebatkan.

Meski demikian, harapan untuk terciptanya perubahan di dalam tubuh PSSI. Sekretaris PSSI Jambi Hadiyandra mengharapkan ada sosok yang bisa membawa perubahan pada kepengurusan 2011-2015 nanti. "Kita juga harus memiliki keyakinan bahwa seluruh pemegang hak suara di kongres nanti bisa mendapatkan haknya itu, dan keinginan untuk melakukan perubahan masih sangat besar," katanya.

Proses pemasukkan bakal calon pengurus PSSI baru terhitung kilat. Akhir pekan ini, seluruh nama yang dicalonkan dari pengurus di daerah dan anggota PSSI sudah harus masuk. "Untuk kemudian diserahkan kepada tim verifikasi dan mereka akan menyortir dan mengumumkannya kepada publik," kata Nugraha.

Dengan waktu yang begitu singkat, para pemegang hal suara harus bergegas memasukkan formulir pencalonan. Sayangnya, masih ada yang belum mendapatkan formulir seperti misalnya PSSI Maluku.

0 komentar:

Poskan Komentar