UdinBlogss telah kembali dibuka. Demi membantu blog ini agar tetap hidup dimohon untuk mengeklik iklan. Terima kasih.

Rabu, 02 Maret 2011

Arema Takluk di Osaka

Arema Indonesia harus mengakui keunggulan lawannya saat ditumbangkan tuan rumah Cerezo Osaka dengan skor 2-1 dalam pertandingan perdana Grup G Liga Champions Asia di Stadion Osaka Nagai, Rabu [2/3].

Kendati menelan kekalahan, Arema memberi perlawanan sengit kepada klub J-League tersebut. Cerezo mengalami kesulitan untuk menembus pertahanan rapat yang dikembangkan Arema, terutama di babak kedua.

Arema mengawali pertandingan dengan menerapkan permainan umpan pendek untuk mengimbangi keunggulan lawannya. Sedangkan Cerezo bermain agresif guna mencetak gol lebih cepat ke gawang tim tamu.

Selepas laga berjalan sepuluh menit, Cerezo sudah berhasil menguasai permainan. Serangan dengan mengandalkan umpan panjang membuat pemain belakang Singo Edan harus bekerja keras.

Cerezo akhirnya unggul lebih dulu ketika pertandingan memasuki menit ke-14. Berawal dari umpan silang Takashi Inui dari sisi kiri, Riodrigo Pimpao yang lepas dari kawalan dengan mudah menanduk bola ke gawang Ahmad Kurniawan.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=2;sz=160x600;ord=504514?area=2l&pos=2&ord=504514"></script>

Walau tertinggal satu gol, pemain Arema tidak panik. Tim besutan Miroslav Janu itu bermain tenang dan sabar dalam membongkar pertahanan Cerezo. Arema sempat mendapat peluang melalui Ahmad Amiruddin yang lolos dari jebakan off-side di menit ke-29.


Namun peluang itu terbuang percuma, karena Amiruddin terlalu terburu-buru dalam melakukan penyelesaian akhir. Skor 1-0 untuk keunggulan Cerezo bertahanan hingga babak pertama berakhir.

Di babak kedua, Arema mencoba bermain agresif dengan mengandalkan serangan dari sayap. Upaya ini berjalan bagus saat Roman Chmelo memaksa kiper Kim Jin Hyeon mengeluarkan tenaga untuk menghadang bola.

Arema mampu akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-51. Wasit memberikan hadiah penalti menyusul pelanggaran handsball pemain belakang Cerezo. Striker sekaligus kapten tim Noh Alam Shah yang dipercaya sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan baik untuk menaklukkan Jin Hyeon.

Keberhasilan Arema menjebol gawang Jin Hyeon membuat kubu Cerezo tersentak. Tim besutan Levir Culpi ini meningkatkan intensitas serangan, sehingga memaksa Arema hanya bisa memperkuat pertahanan sambil sesekali melakukan serangan balik.

Namun Cerezo tidak mudah untuk menembus lini belakang lawan. Pertahanan rapat Arema membuat mereka mengalami kesulitan mencetak gol. Selain itu, kecemerlangan Ahmad Kurniawan mementahkan peluang yang diperoleh Cerezo.

Kondisi itu memaksa pemain Cerezo lebih sering melepaskan tendangan dari luar kotak penalti. Pada menit ke-70, Cerezo nyaris unggul. Tapi tendangan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskan salah satu pemainnya hanya membentur mistar gawang.

Selanjutnya, permainan satu-dua pemain mulai dikembangkan Cerezo, dan membuat barisan belakang Arema mengalami kesulitan. Upaya Cerezo untuk unggul dari tim tamu membuahkan hasil di menit ke-76.

Kelengahan pemain belakang Arema dalam mengantisipasi pergerakan pemain Cerezo saat menyambut tendangan bebas menjebol gawang Ahmad Kurniawan melalui sentuhan Rodrigo. 2-1 untuk keunggulan Cerezo.

Arema nyaris menyamakan kedudukan enam menit menjelang pertandingan berakhir. Sayangnya, tendangan Noh Alam Shah terlalu lemah, sehingga bola yang sudah bergulir ke arah gawang kosong masih bisa diselamatkan pemain belakang lawan. Skor 2-1 ini bertahan hingga pluit panjang ditiupkan wasit.

0 komentar:

Poskan Komentar