UdinBlogss telah kembali dibuka. Demi membantu blog ini agar tetap hidup dimohon untuk mengeklik iklan. Terima kasih.

Rabu, 16 Maret 2011

Jeonbuk Hancurkan Arema

Jeonbuk Hyundai Motors menunjukkan ketangguhan mereka sebagai mantan juara Liga Champions Asia. Bermain di kandang lawan dan tanpa beberapa pemain pilar, Jeonbuk berhasil memukul Arema Indonesia dengan skor empat gol tanpa balas. Gol pertama Jeonbuk diciptakan di menit ke-25 melalui tendangan keras Kim Jeewong, tiga gol berikutnya diciptakan oleh Jeonbuk di 13 menit terakhir memanfaatkan kondisi fisik pemain-pemain Arema yang sudah kedodoran.

Arema Indonesia mendominasi permainan pada awal pertandingan, peluang pertama didapat Arema pada menit ke-tiga melalui tendangan bebas yang dieksekusi oleh Esteban Guillen namun sayang tendangannya masih melenceng. Jeonbuk langsung membalas di dua menit kemudian  namun sayang tendangan pemain Jeonbuk juga melenceng.

Kedua tim menunjukkan permainan dengan tempo yang sedang namun kedua tim tetap menunjukkan serangan-serangan yang cukup membuat pertahanan lawan kerepotan.<script type="text/javascript" src="http://ad.doubleclick.net/adj/gna.id/level2;tile=2;sz=160x600;ord=707775?area=2l&pos=2&ord=707775"></script>

Pada menit ke-22 penetrasi Roman Chmelo berhasil menembus pertahanan Jeonbuk, namun umpan mendatar yang dikirimkan ke Yongki Aribowo gagal dimanfaatkan oleh Yongki. Tetapi striker utama timnas Indonesia U-23 tersebut gagal memanfaatkannya meskipun sudah berhadapan dengan kiper.

Tiga menit kemudian, Jeonbuk berhasil memanfaatkan kelengahan pemain Arema. Umpan silang pemain Jeonbuk berhasil dikontrol dengan baik oleh Kim Jeewong, dan tendangan keras Kim mampu menjebol gawang Kurnia Meiga sehingga kedudukan berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tim tamu.

Arema langsung mencoba menggebrak setelah tertinggal, pada menit ke-30 peluang emas kembali didapat oleh Singo Edan. Pergerakan Ahmad Amiruddin berhasil melewati bek Jeonbuk, tendangan keras dilepaskan oleh pemain asal Makassar tersebut namun sayang masih dapat ditepis oleh kiper Jeonbuk dan kemudian membentur mistar gawang.

Mendekati akhir babak pertama, Arema terus menekan Jeonbuk dan mempunyai peluang melalui umpan silang dan bola-bola mati, namun kedudukan 1-0 tetap bertahan sampai turun minum.

Memasuki babak kedua, kedua tim langsung tampil menyerang. Pada menit ke-50 Luiz Henrique mempunyai peluang melalui tandukannya namun Meiga masih dapat menangkap dengan baik tandukan yang lemah tersebut. Satu menit kemudian giliran Arema yang mempunyai peluang melalui Ridhuan yang mendapat umpan terobosan dari Roman, namun sayang tendangan pemain asal Singapura tersebut masih jauh dari sasaran.

Pada babak kedua tempo permainan yang ditunjukkan kedua tim berjalan lebih cepat, sampai pada pertengahan babak kedua, baik Arema dan Jeonbuk memiliki peluang-peluang untuk mencetak gol namun tembakan kedua tim belum ada yang menemui sasaran.

Jeonbuk akhirnya berhasil memperlebar kedudukan di menit ke-78 melalui gol tandukan Huang Bowen yang memanfaatkan umpan matang dari Lovrek. Dua menit kemudian Jeonbuk hampir kembali menggetarkan jala Meiga setelah Henrique berhasil melewati bek Arema dan tinggal berhadapan dengan kiper, namun beruntung Meiga berhasil menepis bola.

Pada menit ke-81 Hennrique kembali mendapat peluang dan kali ini pemain asal Brasil tersebut tidak menyiakan peluang tersebut dan membuat kedudukan berubah menjadi 3-0.

Pemain Arema yang sudah dilanda kelelahan tidak dapat menembus pertahanan yang digalang oleh Jeonbuk. Sementara Jeonbuk tetap menekan pertahanan Arema, dan hasilnya pada menit ke-88 Henrique berhasil mencetak gol keduanya di pertandingan ini dan membuat kedudukan menjadi 4-0.

Unggul empat gol membuat Jeonbuk bermain dengan lebih bertahan, Arema yang mencoba memanfaatkan peluang tersebut menciptakan peluang dua tembakan yang mengarah ke gawang namun bola masih tepat ke arah kiper Jeonbuk. Kedudukan 4-0 akhirnya tidak berubah sampai pertandingan usai.

0 komentar:

Poskan Komentar