UdinBlogss telah kembali dibuka. Demi membantu blog ini agar tetap hidup dimohon untuk mengeklik iklan. Terima kasih.

Selasa, 22 Maret 2011

Shahril Ishak Tanggalkan Timnas Demi Medan Chiefs

Muhammad Shahril bin Ishak kembali menunjukkan kepiawaiannya sebagai gelandang lapar gol. Dua gol ia sumbangkan untuk Medan Chiefs kala menggilas Jakarta FC 2-1 pada pertandingan Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubuk Pakam, Minggu (20/3).
Pemain Singapura itu memborong gol pada menit  ke-26 dan 54, sekaligus mengantarkan timnya ke peringkat  empat klasemen sementara dengan 17 poin. Di lain pihak, gol kapten timnas Singapura itu membuat Jakarta FC menelan kekalahan kali pertama dari delapan laga yang telah dijalani.
Shahril, pemain kelahiran 23 Januari 1984, meneken kontrak dengan manajemen Kuda Pegasus – begitu julukan Medan Chiefs – pada Rabu, 16 Februari 2011. Ia bergabung bersama pemain timnas Singapura lainnya, Baihakki Khaizan.
CEO Medan Chiefs, Sihar Sitorus, tidak bersedia menyebut nilai kontrak keduanya. Yang terang, ungkap Sihar, nilainya sesuai dengan kualitas permainan mereka. Seperti yang di lansir laman Straits Times, Shahril dan Baihakki mengikat kontrak selama dua tahun.
Kabarnya,  masing-masing pemain itu mendapatkan nilai kontrak sebesar USD 300.000 (sekitar Rp 2,6 miliar). Mereka akan menerima gaji USD16.000 (sekitar Rp 141 juta) per bulan. Angka itu belum termasuk bonus sekitar USD 900 (sekitar Rp 7,9 juta). Selain itu, mereka juga mendapatkan fasilitas berupa mobil dan apartemen.
Ditanya mengenai nilai kontrak yang ia terima, Shahril enggan mengungkapkan. Ia hanya mengatakan mendapat tawaran yang sangat menarik. “Kesempatan seperti ini tidak mungkin akan datang lagi. Saya harus membuat keputusan terbaik bagi diri saya dan keluarga,” ujar Shahril , yang bersama Baihakki sebelumnya membela Persib Bandung.
Dengan kehadiran Shahril dan Baihakki, maka kini Medan Chiefs punya lima pemain asing. Tiga lainnya adalah Luis Eduardo (Chile), Abdelhadi Laakkad (Maroko), dan Kevin Yaan (Prancis). Selain itu, mereka juga punya tiga pemain berdarah campuran Indonesia-Belanda, yakni Dane Dwight Brard, Bryan Bono Brard, dan Ferd Pasaribu.
Koleksi delapan pemain asing itu sering membuat iri tim lain. Misalnya pelatih Manado United, Muhammad Zein Alhadad, dan pelatih Jakarta FC, Bambang Nurdiansyah.
Kalau Alhadad menyebut Medan Chiefs sebagai salah satu calon juara LPI, Bambang Nurdiansyah lebih menyoroti aturan kompetisi yang membolehkan mereka memboyong legiun asing sebanyak itu. Bambang khawatir, kalau itu dibiarkan, lama-lama akan mengancam kelangsungan pembinaan pemain lokal.
Apapun, masuknya Shahril Ishak dan Baihakki Khaizan ke orbit kompetisi LPI membawa konsekuensi berat bagi keduanya. Konon, peluang mereka untuk bermain di Timnas Singapura untuk sementara tertutup sudah.
Paling Berbakat
Shahril Ishak dikenal sebagai salah satu pesepakbola paling berbakat yang dimiliki Singapura. Penyerang bertinggi 173 sentimeter itu pernah bermain untuk S-League, Home United, Persib Bandung, dan akhirnya berlabuh ke Medan Chiefs.
Shahril mengawali karier di kompetisi S-League bersama Young Lions. Pada 2007, Shahril meninggalkan Young Lions, dan kemudian menanda tangani kontrak dengan Home United.
Tiga tahun kemudian ia bergabung dengan Persib Bandung dengan teman satu timnya di timnas Singapura, Baihakki  Khaizan. Pada tahun yang sama, gelandang serang yang juga bisa main sebagai striker ini melakukan debut internasional bersama Timnas Singapura pada usia 19 tahun. Pertandingan pertamanya adalah melawan Timnas Maladewa pada 4 Maret 2003.
Bersama Muhammad Ridhuan (Arema), pemain bertahan Baihakki Khaizan dan penjaga gawang Hassan Sunny, Shahril merupakan bagian dari NFA Gang of Four – kuartet yang bermain bersama sejak masa junior dan mendapatkan kehormatan masuk timnas senior pada 2003.
Shahril berperan besar ketika Singapura menjuarai Piala Tiger 2005 dan SEA Games 2007. Ia membela timnas Negeri Singa pada level senior, U-23, U-18, dan U-16.

0 komentar:

Poskan Komentar